17.10.10

Ada Yang Tak Biasa ( Mohonkan yang terbaik )

Cuaca bersahabat pagi ini, tak ada mendung panglima hujan juga panas terik. Matahari hanya menyapa lembut setiap pipi selembut belaian punggung jari.

Bismillahi tawaqaltu AlaLLah La haula walaa Quwwata illa biLLahil aliyil adzim, kulangkahkan kaki menjalani hari ini. Tegur sapa tetangga dan seringai senyumku dan mereka membuka keakraban pagi ini.

"Mampir dulu sini mas Herman, sarapan dulu", sapa bu Haji yang berjualan di depan sekolah baru dekat rumahku.
"Oh iya bu, sudah. terima kasih", jawaban klasikku karena memang kalau sedang tak puasa mama selalu menyediakan sarapan untukku.
"Yo bo' duduk dulu tooh di sini, langsung brangkat waee", mas ebit menyambut jawabanku.
"Iya mas, matur nuwun. sudah siang mas. Marii", aku menundukan sedikit kepala sambil tersenyum menyiratkan pamit seperti biasanya.

Menarik nafas dalam-dalam sambil berjalan kaki hingga ke tepi jalan raya menjadi kebiasaan baruku setahunan ini karena sebelumnya aku sangat jarang berjalan kaki, aku jadikan kesempatan ini sebagai pengganti olah raga. aku rasa cukup 200 meter dari rumah untuk mendapatkan udara segar setiap pagi.

Tak harus menunggu, sopir angkot pun menyapaku dengan gaya khasnya. "dekadeka", tawarnya singkat berisi, sambil mengacungkan jari ke arah depan mobilnya. Aku pun tersenyum menganggukan kepala dan mempercepat jalan santaiku.

[on the way | aneh-aneh deeh ]

[at work | ada yang tak biasa ]

.....berasa ada yang ganjil, tapi apaa ya?

Bismillahi,Allahumma shali wasalim ala sayidina Muhammad SAW.

Yaa Rabb,aku hambamu yang lemahJikalah ada terbesit keinginanku yang berhujung kerusakan,

Pupuskanlah setiap terlintas dalam benakku.

Jikalah aku menyakiti seseorang yang aku tak tahu,

Ampunkan aku, berikan seseorang itu kelegaan dan kebeningan hati menerima kekhilafanku sebagai insan.

Dan jikalah ada keinginannya yang baik baginya terbaik dariMu,

Aku memohon kabulkanlah pintanya.

Sedang hatiku bergemuruh yaa Rabbi,kumohonkan reda kegelisahan ini yang mulai larut dalam perjalananku.

Tetaplah jadikan malu sebagai selimut imanku.

Dekatkan aku dengan orang-orang yang senantiasa dekat denganMu.

Jadikan kami saling menjaga dan menyayangi karenaMu

Engkau Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hambaMu...

[ aku pun terlelap dalam anugrah mimipiMu ]

No comments:

Post a Comment

Bagi temen2 yang sudah baca artikel ini, diharapkan bisa meninggalkan komentarnya yaa. semoga kedepan saya bisa jadi lebih baik membagi setiap pengalaman inspiratif.
Terima kasih